Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) ke-8 telah sukses diselenggarakan pada 1–2 Desember 2025. Dalam agenda tiga tahunan ini, PERDOKI melaksanakan rangkaian musyawarah mufakat yang dibagi ke dalam lima komisi, yaitu Komisi AD/ART, Komisi Pendidikan, Komisi Rencana Strategis, Komisi Pelayanan Keprofesian, dan Komisi Etik. Melalui forum tersebut, berbagai aspek organisasi dibahas secara mendalam untuk memastikan keberlanjutan dan penguatan peran PERDOKI di masa mendatang. Dalam acara ini, PERDOKI juga melaksanakan pemilihan Ketua PERDOKI, Ketua Dewan Profesi PERDOKI, serta Ketua Dewan Pertimbangan PERDOKI untuk periode kepengurusan berikutnya. Kongres Nasional merupakan forum strategis yang rutin dilaksanakan setiap tiga tahun sebagai wadah evaluasi organisasi, penyusunan arah kebijakan baru, dan pemilihan pimpinan yang akan membawa perkembangan kedokteran okupasi di Indonesia ke tingkat berikutnya.
Menjelang acara puncak, PERDOKI terlebih dahulu menyelenggarakan Webinar Pra-Kongres Nasional (Pra-KONAS) pada 25–26 Oktober 2025 dengan mengangkat tema: “Future-Proofing Occupational Medicine: Integrating Policy, Practice, and Technology in the New Era.” Webinar pra-kongres ini menghadirkan berbagai pembahasan mengenai perkembangan terbaru dalam kesehatan kerja, toksikologi dalam kedokteran okupasi, pemanfaatan teknologi dalam kedokteran okupasi seperti telemedicine and kecerdasan buatan, serta integrasi kebijakan dengan tantangan dan risiko kerja di era yang terus berkembang. Pelaksanaan Pra-KONAS dan Kongres Nasional PERDOKI ke-8 yang berjalan dengan baik ini mencerminkan komitmen PERDOKI untuk terus memajukan keilmuan Kedokteran Okupasi serta meningkatkan kontribusinya dalam perlindungan kesehatan pekerja di seluruh Indonesia.


